Language 

FIRE ALARM SYSTEM    BUILDING AUTOMATION     SAVING ENERGY    PRODUCTION MONITORING     TELEMETRY COMMUNICATION    CONTACT US   

FACILITY MANAGEMENT SYSTEM     BTS TOWER MONITORING     BATTERY MONITORING     GAS MONITORING     EMERGENCY WARNING SYSTEM                   FIRE HYDRANT SYSTEM     PEMROGRAMAN PLC     PENGALAMAN PROYEK    ARTIKEL

gas_detector

   
 

gas_detector

   

Pengalaman Proyek Sebelumnya :
1. Pembuatan sistem Fire Alarm dengan Sistem Komputer pada Gedung
1.1. Grandmall Solo :  Dokumen Kontrak dan Gambar proyek 
1.2. Chemical Fire Alarm PT. Pardic Jaya Chemical - Tangerang. Dokumen Kontrak dan Gambar Proyek

2. Pembuatan Sistem Monitoring kebocoran Gas H2, N2, CO2 dan LPG
2.1. PT. Tunggal - Rawamangun Jakarta Pusat.  Dokumen Kontrak dan Gambar Proyek
2.2. PT. Pertamina Boyolali Persero - Perbaikan sistem Emergency Warning System for Gas Detector. Dokumen Meetting ..

3. Pembuatan Sistem Monitoring Temperature Chiller
3.1. Hotel Ciputra - Semarang _ Jateng. Dokumen Kontrak  dan Gambar Proyek

4. Pembuatan Sistem Kontrol Permukaan Air dengan  WLC
4.1. PT. Astra AgroLestari - kalimantan. Dokumen Kontrak dan Gambar Proyek.

5. Perbaikan dan Pemrograman Sistem Reverse Osmosis PLC Mitsubhisi
5.1. PDAM Kuala Kapuas - Kalimantan Selatan. Dokumen Kontrak  dan Gambar Proyek

6. Pembuatan sistem kontrol dan Monitoring Kebocoran Gas Pada Pabrik Kimia
6.1. PT. Unggul Indah Cahaya - Merak Banten. Dokumen Kontrak dan desain Microcontroller
Penjelasan Proyek


1. Sistem Fire Alarm Komputerisasi :
Sistem fire alarm dengan komputer merupakan sistem baru yang dikembangkan untuk mengatasi kekurangan dan kelemahan sistem
yang pernah ada.
Sistem menggunakan modul-modul controller protocol Modbus RS485 yang terintegrasi dengan komputer ( dengan
Window XP, 2000, dll ) menerima sinyal input dari detector smoke dan heat beserta input push button, break glass, dll serta
mengeluarkan perintah terintegrasi ke alarm bell, Flash Lamp, Pump Room, Lift, Excalator berupa sinyal indikator lamp, sinyal
alarm, dan perintah start stop secara otomatis. Sistem memberikan laporan kejadian secara visual ( berupa gambar ) pada
layar komputer pada saat gangguan / force alarm terjadi. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada kontrak kerja yang pernah
kami lakukan.

Sistem Fire Alarm dapat diterapkan pada instansi-instansi pemerintah dan swasta sesuai dengan ketentuan dan peraturan
pemerintah soal K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Melihat kebutuhan dan kegunaan sistem yang kami buat, serta peluang
sistem terbaru yang telah dipahami oleh user, maka sistem fire alarm dengan komputer ini bisa ditawarkan dengan lebih baik.

Aplikasi Fire Alarm dengan Komputer :

1.1. Sistem Fire Alarm Grandmall Solo

Sistem Fire Alarm  Solo Grandmall ini dibuat sebagai solusi kerusakan panel MCFA lama yang telah rusak sebelumnya. Perlu dibuatkan sistem pengganti namun mempunyai nilai terobosan dalam hal informasi lengkap di 5 lantai secara semi-addressable. Mengingat jumlah zone rata-rata dari tiap-tiap lantai ada 20 zone dimana tiap-tiap zone mempunyai atas 15 s/d 20 sensor.
Sistem terdiri dari perangkat dengan sistem protocol Modbus sehinga dapat menampung perangkat-perangkat dengan basis protocol yang sama kedepannya. Sistem ini telah bekerja dengan menampung dan menginformasikan aktifitas sinyal output dan input dari berbagai perangkat atau unit seperti Hydrant Box, Sensor Smoke, Sensor panas, Emergency Warning System, Power Panel Room, Genset Room, beserta dengan Pump Room.



 

Sistem telah melalui test dan bekerja sesuai harapan dengan kriteria berikut : Dokumen Running Test
1.1.1. Sistem menerima sinyal dari area dengan kecepatan 1-4 detik untuk direspon ke panel lokal di tiap lantai dan diterima oleh komputer berupa gambar kondisi titik gangguan dan kemudian memberikan sinyal alarm 1-5 detik ke lantai bersangkutan dimana terjadi titik gangguan kebakaran. Sinyal diambil dari break glas hydrant box, flow switch, dan sensor smoke dan sensor panas.

1.1.2. Sistem telah bekerja secara serentak pada saat dilakukan trial test untuk test "General Alarm " dimana alarm berkerja secara bersamaan di semua lantai ( lantai 1 s/d lantai 5) dengan jeda waktu 1-5 detik sejak dimulai "tombol general alarm" ditekan dari control room.

Prospek Fire Alarm System ( modifikasi ke sistem integrator).

System fire alarm telah dikembangkan secara lebih baik sehingga telah dimunculkan sistem baru dengan jangkauan harga yang relatif lebih baik dengan beberapa pengembangan berikut : Sistem menggunakan microchip atau microcontroller PIC,  Kecepatan respon 1-2 detik saat kejadian aktif,  Sistem dilengkapi dengan layar monitor LCD 3 inch pada tiap-tiap lokal panel untuk informasi langsung pada area bersangkutan atau sebagai tindakan emergency respon untuk tindakan RESET alarm atau tindakan penanganan gangguan.  Sistem bisa terintegrasi dengan kontrol lain secara baik pada sensor level, tekanan tekanan ataupun temperatur dengan kecepatan respon serta monitoring yang lebih baik. Bisa diaplikasikan pada beberapa unit utility seperti pompa hydrant ( berupa sensor tekanan ), pump room ( berupa sensor tegangan atau arus, serta pemakaian listrik ), dan perangkat seperti genset, AHU, Chiller ). Sistem dilengkapi dengan sistem proteksi over-voltage atau gangguan listrik dengan rangkaian kontrol electronic.
 

1.2. Sistem Fire Alarm PT. Pardic Jaya Chemical

Sistem Fire Alarm dengan komputer ini dibuat sebagai solusi kerusakan panel MCFA sebelumnya dan sebagai langkah integrasi sistem alarm pada seluruh gedung ( 2 kantor ) dan plant produksi ( Plant B dan Plant C ). Sistem dibuat untuk mendeteksi aktifitas sensor smoke dan sensor panas pada semua ruangan dari Office Building 1, Office Building2, Chemical Plant Production C dan Chemical Plant Production B. Sistem telah melalui proses test dan running dan mampu merespon dengan respon time 1-5 detik saat input gangguan muncul dari semua sensor yang aktif. Hal ini dimungkinkan karena sistem microcontroller yang bisa diprogram sehingga menghasilkan respon action time yang cepat setelah aktifasi gangguan terjadi.
Sistem dipasang pada Office Building 1 yang terdiri atas beberapa ruang laboratorium kimia yang akan merespon setiap aktifitas pengecekan bahan kimia produksi dan hasil produksi sehingga dipasang monitoring kadar gas kimia yang terjadi pada ruangan uji dan test laboratorium. Sistem deteksi juga dipasangkan pada Office Building 2 yang terdiri atas ruang admin dan staff dan beberapa ruang komputer dan IT/EDP sehingga sistem dapat memberitahukan gejala kebakaran secara cepat ke ruang control. Sistem deteksi Office Building 1 dan 2 secara langsung termonitor di ruang komputer yang terletak di ruang security plant dengan jarak radius 300 meter.

 

  
Sistem Fire Alarm juga dibuat untuk ruang produksi kimia yaitu pada Plant C dan Plant B dari jarak 400 s/d 500 meter dari ruang control security dengan hasil baik dengan beberapa sensor smoke dan heat dan beberapa tombol switch emergency yang dipasangkan pada tiap-tiap lantai sebanyak 2 unit per lantai. Switch emergency  dipergunakan sebagai emergency warning yang dilakukan pada saat personal produksi melihat tanda-tanda gejala kebakaran atau kondisi kritis lainnya sehingga dengan cepat menginformasikan gejala / kondisi kritis lewat sirine dan rotary lamp secara langsung dan sekaligus memberikan sinyal ke jalur lain secara interkoneksi ke office building 1, 2 dan ke ruang control security secara cepat dengan tanda alarm bel dan rotary lamp pada tiap-tiap gedung. Keadaan emergency lebih lanjut akan dilakukan secara "general alarm" apabila gangguan kebakaran benar-benar tidak bisa diatasi secara persolan yaitu dengan mengaktifkan semua alarm yang ada di Office building1, 2, plant produksi A dan plant produksi B secara bersamaan.

Sistem telah melalui test dan penyerahan dengan hasil baik dengan kondisi,


1.2.1. Sistem menerima sinyal dari area dengan kecepatan 1-4 detik untuk direspon ke panel lokal di tiap office building maupun plant produksi A dan B dengan alarm panel lokal dan juga diterima oleh komputer berupa gambar kondisi titik gangguan dan kemudian memberikan sinyal alarm 1-5 detik ke area / gedung atau plant bersangkutan dimana terjadi titik gangguan kebakaran atau sinyal kebakaran diaktifkan. Sinyal diambil dari switch emergency di planr produksi A dan B, switch emergency di office building 1 dan 2, beserta sensor smoke dan sensor panas serta flame detector.

1.2.2. Sistem telah bekerja secara serentak pada saat dilakukan trial test untuk test "General Alarm " dimana alarm berkerja secara bersamaan di semua office building 1,2 dan plant produksi A dan B, dengan jeda waktu 1-5 detik sejak dimulai "tombol general alarm" ditekan dari control room atau aktifnya sensor di area.

1.2.3. Sistem telah terkoneksi dengan komputer untuk mencetak kejadian baik harian, atau mingguan atau waktu tertentu untuk melakukan check kondisi baik perangkat yang sering mangalamai gangguan ataupun untuk melakukan jadwal maintenance berdasar pada record yang tersimpan pada komputer.

Prospek Fire Alarm System ( modifikasi ke sistem integrator).
System fire alarm telah dikembangkan secara lebih baik sehingga telah dimunculkan sistem baru dengan jangkauan harga yang relatif lebih baik dengan beberapa pengembangan berikut : 1. Sistem menggunakan microchip atau microcontroller. 2. Kecepatan respon 1-2 detik saat kejadian aktif. 3. Sistem dilengkapi dengan layar monitor LCD 3 inch pada tiap-tiap lokal panel untuk informasi langsung pada area bersangkutan atau sebagai tindakan emergency respon untuk tindakan RESET alarm atau tindakan penanganan gangguan. 4. Sistem bisa terintegrasi dengan kontrol lain secara baik pada sensor level tangki bahan kimia, tekanan pipa kimia ataupun temperatur dengan kecepatan respon serta monitoring yang lebih baik. Bisa diaplikasikan pada beberapa unit utility seperti pompa transfer (berupa sensor tekanan, tegangan atau arus, serta pemakaian listrik ), dan perangkat utility seperti genset, Chiller ). 5. Sistem dilengkapi dengan sistem proteksi over-voltage atau gangguan listrik dengan rangkaian kontrol electronic.
 

1.3. Sistem Monitoring Kebocoran Gas N2, H2, CO2 dan LPG
 

Sistem monitoring kebocoran gas ini dibuat pada bangunan industri yang banyak membutuhkan tingkat keakuratan komsumsi kadar gas bersangkutan dalam proses produksinya. Pembuatan detektor gas pada industri alat-alat KB ini dimaksudkan sebagai sistem pemberitahuan adanya gejala kebocoran dan jumlah kadar gas dimana proses laboratorium dan proses produksi berlangsung. Pembuatan sistem deteksi gas ini dibuat untuk 4 ruangan yang berbeda dimana 3 ruang utama dimonitor dalam satu panel unit monitoring dan ruang gudang gas dalam satu unit panel. Pembagian unit panel terdiri atas satu unit panel sensor N2, sensor H2 dan N2 serta Co2 di ruang produksi dan laboratorium dan satu unit panel untuk sensor gas H2, N2, O2 dan CO2 di ruang gudang. Pendeteksian kadar kebocoran gas dilakukan dengan menggunakan sensor gas dengan output tegangan DC dengan jarak 20 meter dari panel utama sehingga perlu dibuatkan penguat tegangan output dari sensor gas. Proses penguatan output tegangan harus dilakukan untuk mengurangi kebocoran tegangan selama proses pengiriman data ke unit panel gas.
Sistem monitoring gas detektor ini dibuat dengan menggunakan unit microcontroller dan layar LCD sebagai informasi terjadinya kebocoran gas tertentu dalam ruang. Sistem dibuat dengan cara menginformasikan jumlah / tingkat kebocoran pada layar LCD dalam bentuk level / tingkat persentase (%) gas yang terdeteksi dan jenis gas bocor yang terdeteksi. Sistem dibuat dalam bentuk bargraph level sehingga lebih cenderung informatif dan dinamis.

Sistem telah di test dan dipasang dengan hasil baik, dan mampu memberikan sinyal alarm / buzzer pada saat mendeteksi kebocoran gas.
 

 
1.4. Perbaikan Sistem Warning Emergency pada detector gas


Perbaikan kerusakan sistem detektor gas pada PT. Pertamina Boyolali ini dilakukan sebagai akibat sistem deteksi kebocoran
sudah tidak aktif lagi atau tidak lagi mampu mendeteksi kebocoran gas. Perbaikan dilakukan dengan cara melakukan pengecekan
bagian- per bagian unit kontrol yang terpasang. Dimulai dari dari pengecekan pada unit main control di controll room dengan
memeriksa gejala kerusakan pada layar monitor dan ditemukan beberapa indikasi kerusakan atau abnormal ( gas detector tangki
timbun abnormal,
gas detector Ruang Pompa premium abnormal, manual call point open CKT, Manual 1-2 filling Shed premium pull
station - no answer).
Sesuai dengan dokumen MOM Depo Pertamina, perbaikan sistem Warning Emergency pada proyek ini diteruskan dengan langkah-langkah pengecekan output transmiter detector gas yaitu tranceiver 4-20 mA yang sdh tidak bekerja normal yang terdapat pada lokasi-lokasi yang terindikasi pada layar monitor. Dan perlu dilakukan test dummy pada perangkat detector gas untuk memastikan kerusakan pada panel control utama.


Dari beberapa langkah pengecekan diketahui bahwa card transmitter 4-20 mA pada card interface detector gas sudah tidak
berfungsi lagi sebagai akibat kerusakan yang terjadi sebelumnya. Pada pekerjaan ini telah dilakukan penggantian 3 buah unit
gas detector berikut dengan penggantian card diantaranya 1. Supervised IAM ( Individual Addressable Module ), 2. Relay IAM ( Individual Addressable Module ) 3. 4-20 mA Analogue Monitor Zone Adaptor Module ( AMZ).

Pembahasan detail kami rangkum dalam Blog Alfaperkasa Engineering


3. Pembuatan Sistem Monitoring Temperature Chiller


Saving energi merupakan salah satu langkah sederhana yang dilakukan dengan penggunaan sistem kontrol pada unit-unit pengguna
energi listrik yang membutuhkan ketersediaan energi listrik yang tinggi, baik dari level penggunaan ataupun tingkat
operasional unit pemakai energi listrik. Langkah tersebut dilakukan pada beberapa perusahaan baik industri ataupun
perhotelan. Saving energi merupakan langkah yang perlu dilakukan secara baik yaitu dengan membuat sistem pengatur atau
pengendali pemakaian energi listrik secara effisien.
Saving energi yang dilakukan pada unit perangkat perhotelan meliputi salah satunya dengan mengatur jam operasional pemakaian
listrik atau dengan menurunkan tingkat pemakaian energi listrik.
Langkah saving energi yang ditempuh pada unit chiller dan
water heater hotel Ciputra dilakukan dengan memasang unit pengukur temperatur pada inleet dan outlet saluran pipa unit
chiller dan pemasangan sensor temperatur pada tangki water heater. Penggunaan sensor dan kontrol temperatur dilakukan untuk
mengetahui tingkat temperatur real untuk menekan jam operasional pemakaian listrik pada mesin pompa chiller dan pompa water
heater.


Langkah pembuatan sistem monitoring temperatur unit chiller dilakukan dengan menggunakan software Scada yang difungsikan
untuk menampilkan 3 unit mesin chiller dengan masing-masing indikator level temperatur, status pompa, dan beberapa tombol
fungsi operasi pompa dan motor fan secara lengkap dengan tampilan HMI yang informatif dan real time. Penggunaan layar monitor
juga ditambahkan sebagai pengganti unit meter sebelumnya yang dipasang secara manual. Pembuatan sistem monitoring ini juga
dilakukan sebagai pengganti fungi manual dalam pencatatan manual dari parameter temperatur inleet dan outlet unit chiller
yang sangat menyita waktu operasional dan energi listrik untuk sekedar mengecek ke lantai atas dengan menggunakan lift ke
lantai 10.

Penggunaan sistem monitoring Scada pada unit chiller sangat membantu dalam hal pengoperasian unit start dan stop
hanya dengan melihat kondisi level temperatur pada layar komputer dan hanya dengan sekali klik pada layar komputer.
Pekerjaan unit monitoring ini juga dilakukan pada unit water heater dengan sistem kontrol dan operasional yang sama yang
dilakukan dengan menggunakan fasilitas pemrograman komputer. Pembuatan sistem kontrol dan monitoring dilakukan dengan
menggunakan unit modul analog dengan mengubah besaran temperatur menjadi 0-10 Volt tegangan DC. Hasil dari pengukuran ini
akan dipergunakan sebagai pengendali 12 unit relay terpasang yang terhubung secara paralel dengan kontrol panel unit chiller
yang dapat difungsikan secara kontrol manual dan kontrol auto. Unit kontrol juga dilengkapi dengan switch pengendali operasi
maintenance dimana 3 buah switch difungsikan sebagai shut off fungsi kontrol terkait untuk menciptakan kondisi safety saat
operasi maintenance dilakukan. Sistem ini telah bekerja dengan baik antara range temperatur 4 derajad Low temperatur dan 12
derajad Celcius untuk kondisi High Temperatur.


 


4. Pembuatan Sistem Kontrol  Permukaan Air dengan  WLC

Pembuatan sistem kontrol level permukaan air dengan menggunakan WLC merk Omron dengan tipe 61F-D21T-V1 dan modul DEEPSEA 3310 menjadi kebutuhan yang mendesak ketika diterapkan dalam lingkungan yang ekstrem dengan curah hujan yang tinggi seperti di perkebunan kelapa sawit. Kondisi level air sungai yang naik turun mengharuskan pompa bekerja dengan intensitas kerja yang tinggi. Pompa harus siap
beroperasi 24 jam standby dan siap bekerja ketika level air berada pada level tertinggi untuk memompa air ke area hutan.  Sistem kontrol level air sungai terdiri atas gabungan kontrol diesel dan kontrol start stop diesel auto dengan WLC. Sistem kontrol diesel terdiri atas kontrol start stop, kontrol charger baterai, kontrol hour meter, temperatur dan kontrol getaran pompa. Dan dilengkapi dengan sistem kontrol level permukaan air dengan menggunakan modul WLC Omron 24 Vdc.


Sistem kontrol diesel dibuat dalam 2 tipe yaitu ; Pertama dengan menggunakan timer. Kedua dengan menggunakan modul Deepsea
1310 untuk kontrol diesel. Untuk mendapatkan sistem kontrol level permukaan air sungai maka sistem harus dilengkapi dengan 3 buah stik level alluminium sebagai contact point start dan stop pompa.

5. Perbaikan dan Pemrograman PLC Sistem Reverse Osmosis

 


Sesuai dengan dokumen kontrak PDAM, perbaikan dan sekaligus Pemrograman PLC mesin reverse osmosis untuk pabrik Danum di Kalimanta Selatan dilakukan dengan melakukan pengecekan modul Set controller PLC Mitsubhisi berikut layar monitor toucscreen yaitu dengan menggunakan Software dari mitsubhisi. Setelah dilakukan pengecekan secara offline diperoleh bahwa unit monitor touchscreen sudah tidak bisa lagi menampilkan data operasi dan memerlukan penggantian dengan produk Proface. Untuk mendapatkan sistem secara utuh maka perlu dibuatkan program sistem monitoring yang meliputi beberapa bagian proses yaitu auto filter, auto backwash, manual mode, dan ditambah dengan beberapa fungsi pengoperasian motor yaitu kontrol start stop motor pompa cepat, dan pompa tekanan tinggi termasuk operasi valve.

Untuk mendapatkan data kejadian / event alarm maka telah dibuatkan sistem alarm yang meliputi kesalahan pompa air, kesalahan
kecepatan pompa, kesalahan tekanan pompa, alarm level tangki, status ozon, ozor bocor, penurunan tekanan ataupun tekanan
tinggi tidak normal.

     

 

6.  Pembuatan Kontrol Monitoring Kebakaran dan Kebocoran Gas  ( masih dikerjakan )

Pembuatan sistem kontrol dan monitoring kebakaran dan kebocoran gas menjadi syarat mutlak untuk keamanan dan kestabilan sistem produksi pabrik kimia.  Pembuatan sistem deteksi dilakukan dengan membuat deteksi arus 4-20 mA dan membuat sistem amplifier sehingga sinyal arus yang terkirim dari jarak 100-500 meter bisa terdeteksi pada perangkat kontrol.

Beberapa sistem kontrol sebelumnya mengalami kerusakan dengan beberapa kemungkinan termasuk salah satunya adalah tidak tersedianya sistem pengaman tegangan, atau arus lebih yang terjadi pada sistem instalasi ataupun sistem pengaman elektronik. Yang berakibat komponen elektronik mengalami kerusakan. Sistem pengaman yang tersedia tidak mampu mencegah kerusakan ataupun memutus arus ke rangkaian elektronik sehingga berakibat terjadinya kerusakan. Sehingga perlu dibuatkan sistem pengaman dengan kemampuan untuk mengatasi beberapa sumber penyebab kerusakan yaitu overvoltage protection, surge protection, installation and wiring, grounding system, dengan sistem proteksi dan pemutus beban. 

 Sesuai dengan dokumen PO user, sistem monitoring kebakaran dan kebocoran gas dibuat dengan menggunakan rangkaian microcontroller PIC dengan kemampuan pemrograman dan pendeteksian arus 4-20 mA untuk diolah dan kemudian hasil meonitoring ditampilkan ke dalam layar LCD dengan tingkatan level kebocoran baik mulai dari status normal, low leakage, medium leakage, dan high leakage dan kemudian menginformasikan kebocoran dalam bentuk lampu LED indikator sebagai level kebocoran dan info alarm bell.