Language 

FIRE ALARM SYSTEM    BUILDING AUTOMATION     SAVING ENERGY    PRODUCTION MONITORING    TELEMETRY COMMUNICATION    CONTACT US   

FACILITY MANAGEMENT SYSTEM     BTS TOWER MONITORING    BATTERY MONITORING     GAS MONITORING     PROGRAM PLC

 

 

             PEMROGRAMAN PLC

Monitoring dan Kontrol Mesin Industri

program PLC

Unit mesin industri merupakan gabungan perangkat mechanical dan electrical serta integrasi software hardware dalam satu fungsi untuk menjalankan mesin seperti yang dikehendaki.  Perangkat mesin tidak bisa bekerja tanpa kontrol panel dan pemrograman panel ( dalam hal ini Inverter, kontrol tekanan, kontrol temperatur, dsb ) serta unit PLC yang berpengaruh besar pada kerja operasi mesin bersangkutan.

Keuntungan Penggunaan PLC

Salah satu kegunaan utama pemrograman PLC  adalah untuk membantu dan menjaga kestabilan sistem unit kerja mesin seperti yang dikehendaki. Berbeda dengan unit kerja mesin pada kontrol konvensional yang sebagian masih menggunakan prinsip melalui penggunaan peralatan kontrol mekanis, pegas, potensiometer atau prinsip instrumentasi dasar yang masih sederhana. Penggunaan prinsip kontrol dasar ini tidak lagi mampu mengikuti perangkat teknologi sekarang yang cenderung full automatic dengan banyak sensor dan instrumentasi di dalamnya.

PLC mitsubhisi Q series

Fungsi PLC ;

Meskipun ada banyak fungsi PLC, namun pada dasarnya PLC melakukan pekerjaan pembacaan  data dan mengolah sinyal analog selain sinyal digital. Untuk melakukan ini, PLC harus memiliki modul Analog Input. Modul ini biasanya didesain untuk membaca sinyal-sinyal standard industri yakni 0 – 5 V, ±10 V, atau 4 – 20 mA. Sinyal analog ini biasanya diambil dari output perangkat sensor seperti sensor tekanan / pressure sensor / pressure transmitter atau sensor aliran / flowmeter / flow transmitter ataupun berupa sensor gas dengan output ke PLC sebesar 0-10 Vdc atau 4-20 mA.

Setelah itu PLC akan menampilkan data hasil pengolahan dan menampilkannya kedalam bentuk data visual yang akan dipakai sebagai acuan proses pengendalian yang dikehendaki. PLC juga mengendalikan sistem secara keseluruhan termasuk menerima data, dan mengatifkan perangkat kontrol yang terhubung melalui perintah digital output ataupun analog output module. 

1. Kontrol Tekanan (Pressure Transmitter ). 

PLC terdiri dari beberapa jenis modul diantaranya adalah module analog. Modul analog akan menerima besar tekanan terukur sebesar 4-20 mA dari  mesin. Tekanan yang terukur akan dibandingkan dengan tekanan setting pada program untuk kemudian perbedaan tekanan keduanya akan dipakai sebagai sinyal High Pressure dan Low Pressure sebagai indikasi alarm atau untuk perintah program PLC selanjutnya.

Hasil pengukuran tekanan juga bisa dipakai untuk mengendalikan kerja pompa  secara bertahap atau bergantian sesuai dengan pemrograman dalam PLC yang banyak dipakai dalam prinsip pengendalian kerja pompa hydrant dan pengendalian multitasking pada pompa. Sebagai contoh, Indikasi Low Pressure akan mengaktifkan pompa 1, Indikasi Medium Pressure akan dipakai untuk mengaktifkan pompa 2, dan indikasi High Pressure akan dipakai untuk mengaktifkan pompa 3.

booster pump

 

2. Kontrol Kecepatan Motor .  

Kontrol kecepatan motor bisa dilakukan dengan menggunakan inverter / variable speed drive secara terpisah tanpa program PLC ataupun dengan menggunakan program PLC. Kontrol Motor tanpa program PLC dilakukan dengan membuat panel kontrol dengan penggabungan beberapa sensor, sedangkan kontrol motor dengan program PLC dilakukan dengan cara memanfaatkan masukan balik inverter berupa tegangan 0-10 Vdc atau 4-20 mA sebagai masukan analog ke program PLC.

Inverter (dalam hal ini, yang dimaksud adalah pengendali motor AC) bisa dikendalikan dengan menggunakan PLC. Pengendaliannya bisa menggunakan hubungan serial atau perintah digital dan analog. Cara mengendalikan inverter bisa dilakukan sederhana dengan menggunakan PLC melalui I/O digital dan analog PLC.

inverter pump

Aplikasi inverter antara lain diterapkan untuk pekerjaan :

  • kontrol kecepatan conveyor
  • kontrol kecepatan motor blower pada industri otomotif
  • kontrol kecepatan pompa untuk pengaturan volume tangki
  • kontrol kecepatan motor untuk proses blending plant
  • kontrol kecepatan motor untuk pengaturan tekanan pada proses filtrasi water treatment

Program PLC akan bekerja sesuai perintah yang diberikan padanya. Kecepatan conveyor bisa dibuat dengan kecepatan motor yang sebanding dengan jumlah material di conveyor. Dan kecepatan pompa pengisian tangki bisa dibuat disesuaikan dengan pencapaian volume dalam tangki. Sedangkan kecepatan motor blending tank akan disesuaikan dengan jumlah material atau kekentalan material dalam tangki. 

Pada proses ozonisasi,  kecepatan booster pump  disesuaikan dengan tekanan pada media filter saat proses filterisasi dilakukan. Saat kondisi filter sedikit kotoran, maka kecepatan booster pump  oleh inverter sedikit pelan, sedangkan saat filter kotor, maka dibutuhkan kecepatan yang lebih untuk menekan air pada filter.  Sensor tekanan saat filtrasi ini akan memberitahukan pengaturan otomatis pada kecepatan booster pump. 

Hubungi kami  untuk demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

3. Kontrol Kadar Ozone.

Ozone adalah Sterilizer anti Bakteri dan Virus yang sangat cocok digabungkan dengan UV. Sistim kerja Ozone dalam air minum adalah dengan Membunuh Bakteri dengan Membelah, sehingga semua Bakteri dan Virus adalah Pasti Mati terkana Ozone, tentunya hal ini harus disertai spesifikasi yang sesuai untuk ukuran yang tepat.

Satuan kekuatan dalam Ozone adalah nm, Untuk dapat membunuh Kuman serta sejenisnya dengan sempurna, adalah Minimal pada ukuran 185 nm Ozone Radiation.

gas ozon

4.  Kontrol Volume dan Tangki

Sistem kontrol volume pada tangki bisa melalui transfer pompa tanpa program PLC ataupun dengan menggunakan program PLC. Sistem transfer pompa tanpa program PLC dilakukan dengan menggunakan panel kontrol yang menggunakan magnetic contactor dan beberapa tombol ON/OFF, potensiometer untuk operasi manual.

Sedangkan penggunaan Inverter sebagai pengatur kecepatan blending bisa dilakukan tanpa menggunakan program PLC tapi cukup dengan menggunakan setting potensiometer. Dan beberapa sistem blending dengan skala proses blending yang lebih kompleks maka putaran kecepatan motor ebih baik menggunakan program PLC. Hal ini dikarenakan proses blending dan kecepatan motor akan sebanding dengan volume tangki dan sangat berkaitan dengan saving energy.

INSTALASI DAN PEMBUATAN KONTROL PANEL

 

water treatment plant

Prinsip pengontrolan dengan program PLC secara  otomatis terintegrasi dengan unit komputer akan menjaga performa kerja dari awal proses filtrasi sampai  ozonisasi sesuai setting yang diharapkan. Untuk itu diperlukan panel kontrol yang terdiri atas beberapa  peralatan kontrol yang berfungsi sebagai sensor, pengendali dan actuator antara lain :

  • sensor level air / WLC
  • sensor tekanan
  • Hour meter
  • Voltage Current Converter
  • Gas Sampler
  • Thermostat
  • Inverter / Variable Speed Drive
  • PLC
  • Monitor Touchscreen
  • Electric Conductivity Meter

Dan beberapa kontrol penting untuk yang perlu dipersiapkan melalui penggunaan sistem komputer dan program PLC diantaranya adalah :

program PLC


- software untuk personal computer
- Converter RS232/485 atau ethernet QJ71E71-100
- control unit - jumlahnya tergantung permintaan atau desain

Dengan sistem pemrograman komputer  pekerjaan telah digantikan secara otomatis. Beberapa pemrograman otomatis dilakukan untuk menurangi kesalahan yang muncul dari unit unit dalam beberapa hal tentang :

  • Pemberosan waktu, tenaga dan energi listrik saat akan mematikan ( 0FF )  dan menghidupkan ( ON ) mesin di beberapa tempat sekaligus di tempat yang berjauhan.
  • Tidak diketahuinya secara pasti  waktu ( hari, jam, menit ), atau saat  kondisi mesin akan dimatikan. kerusakan setelah sistem kontrol motor listrik tidak bekerja secara baik.
  • Jumlah downtime  tinggi.
  • Tidak adanya sistem alarm
  • Tidak tersedianya data yang secara akurat, yang menggambarkan kondisi mesin, jumlah downtime, jenis kerusakan dan waktu perbaikan.

Hubungi kami  untuk demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

wlc level

Analog Input 4-20 mA PLC Module

Salah satu keunggulan penggunaan PLC dalam pengontrolan proses dibanding dengan panel kontrol tanpa PLC adalah dalam hal kemampuan menerima dan mengolah data analog seperti temperatur, tekanan, flow alira, kecepatan, kelembaban udara, level cairan dan banyak lain lagi seperti kebocoran gas dll. PLC juga mempunyai sistem komunikasi protocol sehingga bisa dikoneksikan ke jalur LAN atau ke jalur komunikasi data melalui ethernet dengan banyak kontrol module lain dengan sistem komunikasi protocol yang berbeda. Sistem konfigurasi PLC juga telah dibuat untuk membantu dan menjaga kestabilan sistem unit kerja mesin secara terpadu dengan unit kontrol proses pusat melalui workstation yang terhubung melalui jaringan LAN.

analog module PLC

Beberapa modul transmitter merupakan sensor yang terkoneksi ke analog modul PLC. Contoh yang banyak dipakai dalam suatu proses data analog adalah :

  • sensor kebocoran gas ( gas detector )

  • sensor tekanan gas atau cairan

  • sensor aliran fluida gas, dan bahan kimia

  • sensor temperatur mesin, udara dan ruangan

  • sensor kepadatan / density

  • sensor humidity

  • sensor kadar pencemaran udara CO2, H2s, Ozone

  • sensor pH

  • sensor kekentalan, dan sebagainya

Sistem pemrograman PLC telah banyak dipakai sebagai solusi pengolahan data analog dan sebagai bagian dari sistem pengendalian  proses yang lebih kompleks yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.

Aplikasi Pemrograman PLC pada Proses Osmosis

reverse osmosis

Osmosis Automation System merupakan solusi total bagi pemenuhan kebutuhan akan air bersih dan higienis baik untuk komsumsi air minum maupun penjernihan air. Dengan modul data akuisisi yang menerima input arus, tegangan  ataupun tekanan dan temperatur maka  sistem otomatisasi dalam fungsi-fungsi pengendalian valve, kecepatan motor tekanan, tekanan filtrasi serta kadar osmosis dapat dimonitor dan dikendalikan secara langsung dari komputer atau PLC secara terintegrasi. Dengan beberapa teknis pemrograman komputer maka unit-unit modul control temperatur, tekanan, valve positioner, dan kadar osmosis serta kecepatan motor dapat dikonfigurasi sesuai dengan sistem yang diinginkan.

Osmosis System adalah program dan perangkat  PLC yang mengatur dan memonitor seluruh mesin dan perangkat listrik seperti motor pompa, valve positioner, sensor osmosis, level tangki, serta beberapa perangkat panel kontrol dll. Pengontrolan dilakukan secara otomatis dalam beberapa kontrol fungsi antara lain :

  • Under Water Pump
  • Feed Pump
  • Ozonizer
  • Product Water Valve
  • Drain Valve
  • O3 Valve
  • Back Wash Feed Pump
  • Level Control
  • Motor Valve
  • Flow Transmitter
  • Diffrerential Pressure
  • Ozone Density

Hubungi kami  untuk demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM MONITORING DAN KONTROL OSMOSIS

Osmosis kontrol merupakan pengendalian dan proses pemurnian air melalui proses filterisasi dan ozonisasi secara bertahap sehingga diperoleh karakteristik air yang memenuhi standart kelayakan untuk dikomsumsi.

  repair inverter PLC

Tahapan proses  dilakukan secara otomatis dalam beberapa kontrol fungsi antara lain :

  • Netralisasi dengan pemberian kapur
  • Aerasi dengan pemompaan udara
  • Koagulasi dengan pemberian tawas
  • Flokulasi / Pengendapan
  • Penyaringan / Filtrasi
  • Ozonisasi

a. Netralisasi. Proses netralisasi merupakan proses pengaturan keasaman air agar menjadi netral (pH 7-8). Untuk air yang bersifat asam diberi kapur.  Fungsi kapur disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga untuk membantu efektifitas proses selanjutnya.

b. Aerasi. proses dilakukan dengan mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas beracun yang tak diinginkan. Misalnya gas  H2S, CH4, CO2 dan gas-gas racun lainnya.

c. Koagulasi (Coagulation)
Proses koagulasi, proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti bahan koagulan ( Hipoklorite / PAC dengan rumus kimia Al2O3), juga proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik lamela plate. Pada tahap ini, air yang berasal dari penampungan awal diproses dengan menambahkan zat kimiaTawas (alum) atau zat sejenis seperti zat garam besi (Salts Iron) atau dengan menggunakan sistem pengadukan cepat (Rapid Mixing).

d. Flokulasi (Flocculation)
Proses Flokulasi adalah proses penyisihan kekeruhan air dengan cara penggumpalan partikel untuk dijadikan partikel yang lebih besar (partikel Flok). Pada tahap ini, partikel-partikel kecil yang terkandung dalam air digumpalkan menjadi partikel-partikel yang berukuran lebih besar (Flok) sehingga dapat mengendap dengan sendirinya (karena gravitasi) pada proses berikutnya. Di proses Flokulasi ini dilakukan dengan cara pengadukan lambat (Slow Mixing).

e. Filtrasi. Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran air yang masih terkandung dalam air. Yaitu dengan melakukan filtrasi berdasarkan tekanan booster pump. Biasanya proses ini menggunakan bahan sand filter yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter (silica sand/quarsa, zeolite, dll) · Proses filtrasi (carbon actived), proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air agar air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri (sterile)dan rasa serta aroma air ·

Proses ini merupakan proses utama ( Untuk technologi baru dalam proses water treatment system) dengan hasil qualitas jauh lebih baik dari air mineral. Proses ini melalui alat yang disebut Holo Membrane semipermiable, membrane ini mempunyai lubang air 0,01 – 0,001 micron dimana air yang melewati lubang tersebut sudah merupakan air bebas polutan meniral terlarut bactery, virus dan logam-logam berat lainnya.

f. Ozonisasi. Proses sterilisasi harus dilakukan secara baik dan benar, agar kualitas air yang dihasilkan benar–benar steril dan dijamin tidak merugikan kesehatan.

Adapun proses ini dilakukan setelah proses perlakuan water treatment dengan menggunakan proses OZONISASI.  Yaitu proses pencampuran gas ozone kedalam air umpan yang telah diproses melalui water treatment system, yang mana ozone ini berfungsi sebagai / membunuh kuman, bactery serta virus–virus yang kemungkinan masih ada dalam air, serta sebagai pengawet yang food grade yang tidak ada efek samping terhadap tubuh manusia.

reverse osmosis display HMI

Proses ozonisasi dilakukan diawal proses bertujuan untuk mengurangi bacteri , virus, amuba, serta patogen yang merugikan, serta proses ini juga dapat menghilangkan kadar-kadar isektisida dalam air yang mana apabila air terkontaminasi dengan insekisida dan proses ozonisasi berguna juga sebagai remove iron, manganese. ·

setting bacwask

 

Pemrograman PLC

Agar proses pengolahan berjalan dengan benar maka dibuatkan alur proses kerja sistem yang disusun dalam bentuk program PLC. Pemrograman Osmosis dibagi untuk beberapa bagian proses yang meliputi :

  • Automatic Filtration Process
  • Automatic RO Process
  • Automatic Back Washing Process
  • Produced water control dengan electric conductivity
  • Under Water Pump Control
  • Raw Water Valve Control
  • Feed Pump Control
  • High Pressure Pump Control

1. Pemrograman Inverter / Variabel Speed Drive pada Booster Pump.

Inverter bekerja dengan cara mengatur  tekanan pada proses filter isasi yaitu dengan cara mengatur kecepatan putaran booster pump.

ladder program plc

2. Kontrol Valve dan Actuator

Actuator motorized electric merupakan motor penggerak valve yang digerakkan oleh suplai listrik melalui perintah digital maupun analog. Valve digerakkan melalui tegangan fixed AC / DC sebesar 24 Vdc, 220 Vac. Dan beberapa diantaranya digerakkan melalui tegangan referensi 0-10 Vdc.

Kontrol valve proses osmosis terdiri beberapa bagian dan penerapan yaitu Unit Washing dan Back Washing yang terdiri dari 3 way control valve dan electric linier actuator, dan 2 way control ball valve dan electric rotary actuator. Control Valve ini digerakkan melalui perintah program PLC.

3. Layar Monitor Touchscreen

Layar monitor touchscreen  dan program PLC dipergunakan untuk melakukan beberapa fungsi yaitu :

touchscreen proface

  • Akuisisi Data / Informasi  : yaitu proses penerimaan / pengumpulan data dari berbagai peralatan dilapangan, data / informasi dapat berupa status indikasi seperti  : pressure maksimum, kadar ozon, kadar garam, frekwensi booster pump saat start manual dan biasa, waktu back washing, waktu pembuangan, waktu start washing, waktu pembukaan ulang, waktu penutupan ulang, volume perubahan air mentah, volume perubahan air produksi, arus listrik booster pump, dari proses osmosis.   
  • Pemrosesan Data & Informasi    :  yaitu  proses perhitungan , analisa data / informasi yang didapat dari hasil pengumpulan data kadar ozon, tekanan ataupun data terkait ke panel monitor touchscreen. .
  • Supervisory Control  :  yaitu fungsi pengendalian dan monitoring sistem back washing dan Filtering, Kecepatan Booster Pump,  dan Frekwensi Inverter dari Booster Pump,  ataupun dalam rangka untuk  pemeliharaan, atau  monitoring.
  • Fungsi Tagging  yaitu  fungsi peletakan informasi (penandaan) pada peralatan tertentu, misalnya circuit breaker, contactor, circuit breaker, push button yang tidak boleh dioperasikan karena adanya pekerjaan pemeliharaan.
  • Pemrosesan Alarm / Event  yaitu pemberian informasi pada operator, jika ada kejadian atau perubahan pada sistem diantaranya beda tekanan filter tidak normal, batterai PLC tidak normal, tekanan tinggi tidak normal, kadar ozon tidak normal, dan level tangki tidak normal, dan sebagainya. .