Language 

FIRE ALARM SYSTEM    BUILDING AUTOMATION     SAVING ENERGY    PRODUCTION MONITORING     TELEMETRY COMMUNICATION    CONTACT US   

FACILITY MANAGEMENT SYSTEM     BTS TOWER MONITORING     BATTERY MONITORING     GAS MONITORING     EMERGENCY WARNING SYSTEM                        FIRE HYDRANT SYSTEM

gas_detector

 

gas_detector

 

           GAS Detection & Fire Alarm Monitoring

Sistem pengindera kebocoran gas atau yang umum dikenal dengan gas alarm system adalah suatu sistem terintegrasi yang didesain dan dibangun untuk mendeteksi adanya gejala kebocoran gas, untuk kemudian memberi peringatan (warning) dalam sistem evakuasi dan ditindak lanjuti secara otomatis.

gas_detector

Gas Detector Komersial

Perangkat gas detector merupakan produk  terknologi baru produk alarm detektor untuk mendeteksi adanya kebocoran gas elpiji / LPG dan natural gas yang di lengkapi dengan komponen semi-konduktor berteknologi tinggi yang diadopsi dari teknologi sensor Jepang untuk menjaga kestabilan & pemakaian jangka panjang.


gas detector


Dengan gas detector,  keamanan anda dan asset bangunan akan terjaga . Anda akan merasa tenang dan nyaman menggunakan gas LPG / elpigi, tidak usah kuatir akan gas bocor / meledak karena jika ada sedikit saja gas elpigi anda bocor maka sistem komputer akan mengaktifkan alarm bell  dan  menampilkan pesan kebocoran di layar komputer yang menandakan adanya gas yang bocor.

Dengan sistem perpipaan gedung yang rumit sekalipun maka gas detector dapat di tempelkan pada dinding, atau dekat pipa  & di hubungkan dengan digital module controller yang akan mengirimkan status gas detector ke komputer sehingga anda dapat memonitor setiap detector dan status masing-masing.  Sistem gas detector dapat dikembangkan untuk  rumah sakit, villa, rumah makan, hotel, area pasar, apartement perusahaan dimana kapasitas penggunaan gas seperti LPG, H2 cukup tinggi..

Ada 3 led indikator dan bunyi alarm yang keras (buzzer) yang akan ditampilkan dalam layar komputer  :

1. Led hijau (indikator alarm bekerja normal)
2. Led merah (indikator terjadi kebocoran lpg)
3. Led kuning (indikator sensor gas mengalami masalah)
 

Beberapa tempat yang sangat cocok dipasang detektor kebocoran gas adalah :

  • Tempat yang mempunyai nilai tinggi dan penting untuk dijaga kelangsungan kerjanya, misalnya : ruang dapur, saluran pipa gas di area ducting
  • Tempat yang sangat sulit untuk melakukan maintenance, misalnya : dalam ducts, ceiling, rest floor maupun gudang yang tinggi ataupun ruang produksi yang dibawahnya terdapat saluran gas

Sistem Deteksi kebocoran gas yang dibuat merupakan penggabungan detector gas, modul controller input dan output dan computer.  Detector ditempelkan  pada dinding, atau dekat dengan saluran pipa gas  & di hubungkan dengan  modul controller untuk kemudian diproses oleh computer  sebagai sebuah input data kondisi kebocoran gas.  Sistem detector sangat banyak diaplikasikan untuk  villa, rumah makan, hotel, area pasar, apartement perusahaan dll. Sistem  pendeteksian gas yang dibuat akan menampilkan status semua data detector  di layar komputer dan secara otomatis akan mengaktifkan bell alarm pada saat terjadi kebocoran gas. Dimana setiap kejadian kebocoran akan tercatat secara otomatis dalam database untuk evaluasi dan maintenance

 

Bagaimana sistem mengaktifkan alarm bell saat kebocoran gas terjadi ?

Pada saat terjadi kebocoran gas, maka output detector gas sebesar 4-20mA akan diteruskan ke unit transponder atau adaptor dengan addressable tertentu ke  controller untuk diproses sebagai data analog yang kemudian oleh komputer diproses sebagai data input.

modul_simplex

Panel Fire Alarm akan mencari alamat / addressable gas detector yang aktif untuk kemudian memerintahkan modul controller segera mengaktifkan bell alarm sebagai tanda bahwa harga ambang batas atas dan ambang bawah telah terlampaui sehingga dianggap sebagai gejala abormal atau telah terjadi kebocoran gas. Sistem juga akan memberitahukan langsung ke layar komputer dalam bentuk pesan khusus " telah terjadi kebocoran gas pada zona dan ruang " yang dimaksud.

Besar ambang batas kebocoran gas un tuk tiap-tiap gas yang disepakati adalah diantaranya :

 

Gas Detector Chemical Plant

gas_detector_tank

System Power Supply 24 Vdc - External

Suplai listrik utama untuk menjaga kontinuitas operasional perangkat FACP adalah melalui rectifier AC 220 V ke DC 24 volt DC sebagai suplai power ke CPU, interface card. Dan battery Charger yang mencharge Baterai Lithium akan dipergunakan secara khusus buat suplai tegangan DC ke perangkat addressable module transponder card module, serta  beberapa detector di lapangan.

Beberapa langkah proteksi  harus dilakukan pada sistem power sulai DC adalah:

  • un-balaced status of R-S-T voltage
  • DC Upper Voltage
  • DC Lower Voltage
  • Overcurrent
  • Low Power Battery
  • Battery Disconnect Fail
  • Over temperatur DC
  • Fail of Surge
  • Battery Voltage Status 

Gejala Abnormal Fire Alarm Sistem Addressable.

Jenis kerusakan atau gejala abnormal panel fire alarm dapat dilaporkan secara real time melalui layar panel antara lain :

1. CPU Card flash faults

2. Loop card faults, yang disebabkan oleh :

  • Card missing / failed
  • Correct card abnormal
  • Short circuit Abnormal
  • Addressable loop open circuit
  • Channel failure Abnormal
  • Channel Initialization Abnormal
  • Extra Devices
  • Module Switch Setting

3. Addressable device faults, yang disebabkan oleh :

  • Head Missing
  • Wrong Device
  • Extra Devices
  • Output Abnormal
  • Alarm Verification Tally Exceeded
  • Detector Led Operation
  • DIP Switch Setting
  • End of Line Resistor

Panel Detector Gas

tabung_suspression

Alfa Perkasa Engineering  melakukan pekerjaan pembuatan panel kontrol kebocoran gas yang terkoneksi ke panel fire alarm system ataupun dengan modifikasi dalam sistem komputerisasi.

Sistem yang dibuat akan memberikan data monitor real time tentang jenis kebocoran gas ( H2, N2. Benzene, CO2, LPG ) lokasi kejadian kebocoran , alarm reporting, event  secara keseluruhan dan akan dipergunakan sebagai

  • evaluasi, perencanaan, tindakan manajement pemeliharaan dan troubleshooting dilapangan.

  • pengaturan management resiko kebakaran. Info selengkapnya bisa dilihat disini.

 

Keunggulan Sistem Komputer deteksi kebocoran Gas  dengan sistem Addressable :

  • Komputer akan menyimpan data kejadian secara real time baik hari , jam, menit atau detik dalam bentuk database sehingga memudahkan management untuk mengevaluasi keurangan sistem pengaman gedung.

fire_alarm_honeywell

Gambar module detektor kebocoran gas  ( komputer - Converter RS 232/485, modul controller, gas  detektor,  alarm bell )

 

  • Semua detector dan alat pemberi masukan mempunyai alamat addressable yang spesifik, sehingga proses pelacakan kebocoran gas  dan evakuasi dapat dilakukan langsung pada titik yang diperkirakan mengalami kebocoran

  • Dengan Konfigurasi Komputer  untuk mengecek ruang / area / zone manakah yang sedang terjadi kebocoran gas, pencegahan gas dapat cepat terdeteksi dan  cepat mengatasi resiko terjadinya kebakaran.

  • Sistem kontrol monitoring gas detetor akan segera menampilkan titik kebocoran gas, mengaktifkan alarm bell dalam panel MCFA / Fire Indicator Panel / ruang control room dan menampilkan pesan kejadian  secara langsung pada layar komputer pada saat terjadi kebocoran gas.  Seperti digambarkan dalam animasi berikut ,


 

  Gas Detector Zona 7 ruang gudang aktif  !!!


 

Proses  Reset Gas Detector Zona 7 diaktifkan  !!!  


 

Alarm  !!!   Komukasi  putus di unit panel  3

 

 Gas Detector Aktif !!!

Zona 7 Ruang gudang

Please - check your room  first !!!!

modul_plc

Dengan module digital sebagai  pemroses data input digital, dan dengan tambahan software berbasis komputer HMI-SCADA maka  saat terjadi kebocoran gas maka sistem akan memberitahukan lewat alarm bell dan mengaktifkan safety valve, pompa dan munculnya pesan kejadian berupa sinyal alarm pada layar komputer.   Kemudahan sistem komputerisasi  ini  adalah :

  • Menggunakan Module dengan Ethernet/IP protocol.
  • Real Time Ethernet I/O
  • RS- 485 ( 2 wire ) ke host
  • IBM Compatible PC ( 200 MHz Pentium )
  • Windows 98/NT/2000/XP

Hubungi kami  untuk presentasi dan demo produk : 0276-324189 atau  087871010067 atau  081280184752

 

Sistem Kontrol Monitoring Kebocoran Dengan Komputer

Peralatan utama yang menjadi pengendali sistem ini menggunakan komputer yang berfungsi menerima sinyal masukan (input signal) semua detektor dan komponen pendeteksi lainnya, untuk kemudian memberikan sinyal keluaran (output signal) melalui komponen keluaran sesuai dengan setting yang telah diterap kan. Peralatan utama yang dibutuhkan tersebut meliputi :


- software untuk personal computer
- Converter RS232/485
- control unit - jumlahnya tergantung permintaan atau desain
- relay module units  -  jumlahnya tergantung permintaan atau desain
- power supply  units 
- sensors / detektor gas -
jumlahnya tergantung permintaan atau desain 

atau dapat dilakukan dengan menambahkan beberapa modul interface ke host cabinet MCFA antara lain berupa :

  • Addressable transponder
  • Addressabel loop module
  • RS232/485 communicator module.

Setting High - Low Alarm kebocoran gas

Setiap peralatan  sensor atau detektor  kebocoran gas mempunyai setting high and low alarm. alamat tersendiri dalam kontrol panel alarm kebakaran, sehingga setiap status yang terjadi dari setiap peralatan sensor dan detektor dapat diketahui.   Untuk proses setting initialisasi peralatan input  adalah terbagi untuk beberapa peralatan 

Perangkat output diperlengkapi dengan relai Module dan beberapa perangkat lain sebagai :

  • Warning System/Bell atau Andon
  • Pompa Hidrant untuk On / Off
  • Mengaktifkan Solenoid Valve
Perancangan Kebocoran Gas dengan Sistem Komputerisasi

Penggunaan komputer dan modul kontroller sebagai alternatif lain kontrol monitoring kebocoran gas  adalah karena dengan penggunaan komputer maka seluruh status gas detektor akan termonitor secara langsung dalam bentuk gambar, sinyal, alarm, record database, serta event secara harian, jam atau detik dan  secara real time termonitor dan tercatat dalam database sistem komputer sehingga akan memudahkan pelacakan / tracing kebocoran gas.

Untuk mendapatkan sistem monitoring dengan penggunaan komputer, maka fire indicator panel ( MCFA) perlu ditambahkan Remote Unit Interface Cards dengan modul interface RS232 communicator module untuk koneksi ke PC melalui RS232. Atau dengan penambahan interface RS485 wired media module.

    fire_alarm

Hubungi kami  untuk presentasi dan demo produk : 0276-324189 atau  081218127854, 087805401860

 

Penawaran : Sistem Kontrol dan Monitoring Fire Alarm

Kami merancang sistem kontrol dan monitoring fire alarm yang mempunyai 4 macam fungsi yaitu sebagai :

perbaikan_alarm

  1. Fungsi monitoring, yaitu mengawasi status perangkat dan alarm yang ada pada field area. Dengan demikian setiap gangguan yang muncul akan segera diketahui dan diperbaiki.

  2. Fungsi remote maintenance, yaitu melakukan perawatan dan perbaikan .

  3. Fungsi reporting, yaitu melaporkan sejarah kejadian alarm, abnormal event, dan beberapa report yang berhubungan dengan data kebocoran gas.

  4. Fungsi measurement ( pengukuran ) yaitu memberikan data hasil pengukuran kadar kebocoran gas dan temperatur dan humidity indoor, outdoor.

Fungsi Monitoring

Dalam melaksanakan kegiatan monitoring jaringan kami membuat beberapa informasi dengan menggunakan sejumlah perangkat yang didukung dengan :

  • easy web based configuration dari pusat pengendali.
  • data logger with trend, event, alarm information
  • no public / static IP address.
  • on board I/O & serial port
  • available with GPRS / ethernet communication
  • Accecories for analog / digital I/O 
  • GPS receiver.

Perangkat-perangkat penunjang tersebut selama 1x24 jam akan memonitor secara langsung peralatan / unit 

  • unit pump room dan hydrant box
  • generator, PLN dan Rectifier
  • Manual Key Lock Station
  • Gas, Smoke dan Heat Detector
  • Water Tank i

Hubungi kami  untuk presentasi dan demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

System Monitoring Fire Alarm yang kami buat terdiri atas :

  • Host, merupakan server utama yang bertugas mengkonsentrasikan data dari BSS. Data-data tersebut akan disimpan secara langsung ke basis data.

  • Web Server : Web server akan memproses data yang dikirim oleh sistem dan menampilkannya ke website. Web server berfungsi untuk menyediakan layanan website yang diakses melalui web browser.

  • Human Machine Interface (HMI), merupakan antar muka mesin dan manusia sebagai divisi operasional.

  • Work Station (WS), merupakan terminal OMCR yang digunakan sebagai tempat untuk monitoring jaringan.

  • Router, berfungsi sebagai penghubung ke jaringan remote pusat

  • Printer, berfungsi untuk mencetak informasi dan pesan yang diterima.