Language 

                                                       FIRE ALARM SYSTEM    BUILDING AUTOMATION     SAVING ENERGY    PRODUCTION MONITORING    TELEMETRY COMMUNICATION    CONTACT US   

                                                       FACILITY MANAGEMENT SYSTEM     BTS TOWER MONITORING    BATTERY MONITORING    GAS MONITORING      EMERGENCY WARNING SYSTEM PLC  PROGRAM                                                          FIRE HYDRANT SYSTEM

 

 

                     

 

 Automatic Manual Starting dan Monitoring Fire Hydrant Pump

Manajemen Pompa Hydrant  :

Salah satu program pencegahan kebakaran yang telah dilakukan oleh para praktisi kebakaran adalah dengan memaksimalkan fungsi pompa. Data menunnjukkan ada sekitar 90% hydrant di kota Semarang tidak berfungsi. ( sumber : metronews.com).

Beberapa penyebab  kondisi tidak maksimal pompa hydrant tersebut adalah :

  1. Lemahnya sistem monitoring dan maintenance
  2. Tidak tersedianya tenaga kerja dan buruknya perbaikan dan sistem kerja pompa.
  3. Masih sangat terbatasnya data informasi terakhir kontrol dan monitoring dalam hal :
  • Number Diesel, Electric Pump,  Jockey Pump Starting
  • Engine Total Run Time
  • Last Run Time
  • Controller Power On Time
  • Minimum System Pressure
  • Maximum System Pressure
  • Last High Temperature
  • Last Oil Temperature
  •  Last Engine Overspeed
  • Last Low Fuel Level
  • Last Charger Fail
  • Last Battery Trouble

Prinsip Diesel Fire Pump

deepsea 3110

Pada prinsipnya diesel fire pump berfungsi sebagai pompa pemadam utama apabila terjadi penurunan tekanan.  Dilengkap dengan Engine dan Panel Kontrol Engine Fire Pump yang mempunyai beberapa kondisi dan fungsi operasi meliputi engine start / stop, manual / auto switch, remote start / stop, lube oil pressure low, cooland temperature high, engine start failure, overspeed shutdown, battery failure, batter charger failure. fuel oil level low.

Diesel Pump harus selalu siap bekerja saat terjadi kebakaran. Dan diperlukan sistem kontrol dan pengawasan yang baik.

Operasional Diesel

Secara otomatis kontrol diesel pump dibagi dalam dua operasi yaitu sistem manual dan sistem auto. Sistem Manual digunakan apabila sewaktu-waktu dilakukan pengujian, atau perawatan diesel saat maintenance. Sistem Auto dilakukan pada saat diesel fire pump dinyatakan siap setelah melalui pengetesan dan dinyatakan siap bekerja dengan sistem monitoring komputer atau pemrograman HMI SCADA.

HMI monitoring

Sistem otomatis diesel dapat dibuat dengan panel lokal atau dengan prinsip kontrol terhubung ke komputer. Namun secara umum sistem otomatis bekerja setelah sensor pressure melampaui titik level tekanan yang diinginkan. Apabila diesel fire pump tidak bisa diaktifkan secara manual atau otomatis, maka diesel dapat dioperasikan secara emergency. Sistem start emergency diesel dilakukan pada kondisi darurat dan apabila pompa tidak dapat dioperasikan secara auto atau manual.  Yaitu dengan cara starting manual pada motor starting.

Prinsip monitoring HMI untuk Diesel Pump dibuat untuk mengetahui parameter antara lain engine condition and status ( seperti engine running, engine fail to start, system pressure low, engine temperatur high, engine oil pressure low, engine overspeed, engine fuel injection malfunction, fuel level low, automatic shutdown dissable, charger mallfunction, batteray trouble etc ).

Indikator Umum Alarm Diesel Fire Pump

Indikator dan beberapa fungsi monitoring diesel pump harus dibuat sebagai informasi gejala abnormal baik saat diesel aktif maupun non-aktif. Indikator-indikator  panel pada umumnya adalah :

  • Auto On/Off dan Manual On/Off
  • Baterry trouble
  • Charger Mallfunction
  • Low Oil
  • High temperatur
  • Overspeed
  • Engine Start Failure

hydrant panel

Hubungi kami  untuk penawaran harga peralatan utama ( diesel pump, electric pump dan jockey pump ) kapasitas 500 GPM, 750 GPM  dan 1000 GPM dan kontrol panel . 

Kami juga melayani pembuatan sistem monitoring dan kontrol sistem pemadam kebakaran dengan sistem komputer.

 Silahkan kirim email ke admin@alfaperkasaengineering .com atau yasunagamall@yahoo.co.id. Atau dapat menghubungi: 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

  Auto Running and Performance Test Diesel Pump

Mempertahankan coolant engine diesel dan temperatur oli tetap hangat ketika engine dalam keadaan off adalah penting untuk proses running dalam kondisi PLN mati. Temperatur coolant yang rendah dalam kondisi diesel off adalah sangat berbahaya dan berdampak diesel pump tidak akan cukup baik untuk starting. Temperatur coolant yang rendah sering menjadi penyebab utama gagalnya starting diesel.

Apa yang kita lakukan

  • Kami menambahkan sistem warning saat Low coolant temperatur
  • Kami memberikan alarm signal saat dimana diesel engine pump perlu warming test
  • Kami memberikan system monitoring yang memberitahukan ke operator terhadap gagalnya starting dengan indikasi low coolant temperatur, dll

Kami siap membuat dan memodifikasi sistem lama dengan sistem kontrol sekaligus monitoring pada unit pemadam kebakaran seperti :

  • Pembuatan kontrol otomatis warming up diesel pump, electrical pump, dan jockey pump  dengan menggunakan HMI SCADA
  • Pembuatan sistem integrasi panel fire alarm, hydrant system dan unit-unit terkait ( lift, escalator, power room, genset , fan dsb ) dengan sistem komputer.

Operator Interface

Sistem kontrol panel fire hydrant pada dasarnya meliputi kontrol sekuense untuk pengendalian diesel pump, electric pump dan jockey pump. Panel kontrol ini berdiri sendiri sebagai kontrol lokal.

scada_hmi

Sistem dengan penggunaan interface atau pengendalian dengan perangkat electronic menjadi kebutuhan penting, mengingat kesiapan yang vital dari sistem untuk bekerja secara maksimal saat terjadi pemadaman kebakaran.

Pemasangan layar monitor 9 inch menjadi pilihan panel monitor sebagai pengganti panel atau layar komputer. Penggunaan monitor sekaligus PC ( disebut IPC / industrial personal computer ) menjadi pilihan effisiensi kontrol dan monitoring dalam satu layar monitor touchscreen.

Pembuatan Kontrol Emergency Pompa Hydrant menggunakan Fire Alarm Panel Simplex, Bosch, Honeywell, Multiplex

perbaikan alarm

Pembuatan sistem kontrol hydrant yang meliputi kontrol diesel pump, electrical pump, dan jockey pump bisa dilakukan dengan menggunakan card fire alarm yang telah dikonfigurasi terlebih dahulu.  Namun beberapa  pertimbangan tertentu tidak semua pengguna menginginkan proses pemadaman berlangsung secara otomatis setelah beberapa detik atau menit sinyal kebakaran terjadi. Pertimbangan tersebut mengingat keberadaan sinyal alarm kadang bersifat semu.

panel pompa

Namun bukan tidak ada guna jika dibuatkan sistem otomatis pemadaman yang melibatkan diesel pump atau lainnya. Melalui penggunaan manual keylock station atau emergency respon, maka diesel pump bisa diaktifkan langsung tanpa harus berlarian ke ruang panel pompa. Hal ini merupakan tindakan emergency saat kebakaran benar-benar terjadi dan memerlukan tindakan cepat.

Pembuatan Monitoring Kondisi Real Time Sistem Pompa Hydrant

Sistem pompa diesel pada hydrant seringkali terabaikan untuk beberapa waktu lamanya sehingga berakibat tidak terdeteksinya gangguan atau penurunan performance mesin diesel atau pompa electrical atau jockey pump. Jika hal ini terjadi maka dampak kerusakan dan tidak berfungsinya unit akan sangat buruk  bagi  mesin itu sendiri dan pada proses pemadaman.

scada_tangki

Proses monitoring baik manual maupun terprogram dengan peralatan kontrol otomatis menjadi hal penting bagi kelangsungan unit mesin  saat pemadaman kebakaran.  Pembuatan sistem monitoring keandalan sistem dapat dilakukan dengan memasang beberapa sensor tambahan pada bagian-bagian unit yang hendak dimonitor seperti sensor temperatur, sensor tekanan, Level switch, dan lainnya. Dan kemudian mengintegrasikan dengan unit-unit kontrol atau dengan card-card pada panel fire alarm.

Pembuatan sistem kontrol dan monitoring sistem hydrant dengan menggunakan perangkat komputer yang terintegrasi dengan panel alarm menjadi pilihan banyak pengguna mengingat keuntungan  jika dibandingkan dengan sistem monitoring manual dengan panel kontrol listrik ( berupa lampu indikator ). Kelebihan sistem monitoring dengan komputer terletak pada kemampuan menyimpan data kejadian baik detik, menit, jam, hari atau bulan saat kejadian berlangsung sehingga memudahkan pemantauan kondisi unit mesin yang bersangkutan dan penyebab gangguan. Meskipun ada  beberapa kelebihan lain yang cukup penting.

Standart sistem monitoring sistem hydrant melibatkan LCD Graphical Display yang mempunyai data informasi perihal :

  • AC Power failure
  • Alarm
  • Main Switch in Auto
  • Main Switch in Manual
  • System Pressure Low
  • Engine Running
  • Engine Fail to Start
  • Engine Temperature High
  • Engine Oil Pressure Low
  • Engine Overspeed
  • Engine Fuel Injection Malfunction
  • Fuel Level Low
  • Automatic Shutdown disabled.
  • Charger Malfunction
  • Battery Trouble

akan memberitahukan kondisi unit secara real dan akan membantu pembacaan mesin secara kontinue.

Kami  melayani pembuatan sistem monitoring dan kontrol sistem pemadam kebakaran dengan sistem komputer.

Silahkan kirim email ke admin@alfaperkasaengineering .com atau yasunagamall@yahoo.co.id. Atau dapat menghubungi: 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

Instalasi Sistem Kontrol Pompa Electrical dan Level Tangki

panel pompa

Ada beberapa cara untuk melakukan  monitoring dan kontrol pompa yaitu dengan pembuatan panel pompa lokal dan terintegrasi dengan kontrol PLC. Monitoring HMI dan kombinasi PLC atau komputer akan menaikkan effisiensi pemakaian listrik dan operasional.

Sistem monitoring hydrant terdiri atas beberapa unit mesin yang terintegrasi seperti monitoring level tangki ( baik dengan WLC atau pelampung ), monitoring tegangan tak seimbang 3 phase, monitoring tekanan pada unit pompa electrical, atau monitoring arus lebih pada motor dsb.

Perangkat Yang Dipergunakan

Penggunaan modul analog dan digital telah menjadikan sistem yang lebih sederhana dan mudah dalam sistem monitoring baik pengkabelan maupun pemrograman telah menjadi pilihan banyak industri dan komersial untuk mendapatkan fleksibilitas dan kemampuan sistem kontrol dan monitoring. Hanya dengan menggunakan module untuk beberapa channel input dan  output maka banyak pengguna telah menghemat biaya dan kesederhanaan wiring instalasinya.

PLC_Mitsubhisi

Dengan module digital sebagai pengganti dari master control fire alarm yang sudah ada sebelumnya, dan dengan tambahan software  berbasis komputer  maka didapatkan sistem pengendalian dan monitoring unit hydrant dengan kelebihan yang tidak didapat pada sistem control panel fire alarm sebelumnya. Kelebihan tersebut adalah :

  • Menggunakan Module dengan Ethernet/IP protocol.
  • Real Time Ethernet I/O
  • RS- 485 ( 2 wire ) ke host
  • IBM Compatible PC ( 200 MHz Pentium )
  • Windows 98/NT/2000/XP

Fire Hydrant Test,  Commisioning dan Sistem Monitoring

Fire Hydrant Test merupakan salah satu prosedure umum yang dilakukan untuk memastikan bahwa keseluruhan instalasi dapat bekerja dengan baik dan  memenuhi syarat yang diminta. Salah satu persyaratan yang dikehendaki tersebut adalah kondisi dan kemampuan pompa yang memenuhi syarat sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis.

Salah satu permasalahan dalam proses pemadam kebakaran adalah memastikan bahwa kondisi fire hydrant beroperasi dalam keadaan baik kapanpun saat unit direncanakan bekerja. Banyaknya persoalan dalam sistem kontrol dan operational yang tidak termonitor sering mendatangkan persoalan pada unit hydrant dan  berdampak buruk pada ;

  • Sistem pengoperasian unit diesel, motor, dan jockey pump

  • Terhambatnya proses pemadaman.

Beberapa pengetesan harus dilakukan  sesuai dengan standart yang diinginkan.

1. Kondisi Pompa : semua pompa yang digerakkan oleh listrik harus mengalami test kerja 4 jam dengan pembagian kerja tanpa beban / kapasitas nol, kapasitas nominal, kapasitas maksimal, kapasitas minimal untuk kemudian dicocokkan dengan kapasitas spesifikasi pompa yang meliputi kapasitas aliran air, head, effisiensi, daya listrik yang diserap.

2. Kondisi  Pompa Diesel : Pengetesan performance diesel dilakukan untuk memastikan bahwa diesel dapat bekerja dengan baik pada saat tekanan minimum pressure gauge, secara otomatis aktif pada saat warming up, dan berfungsi baik pada saat listrik PLN mati.

diesel HMI Scada

Pembuatan sistem kontrol dan monitoring unit panel hydrant menjadi suatu  keharusan guna mendapatkan informasi penting tentang kondisi akhir, status, dan performance unit dan kontrol hydrant. 

 Apa yang kami tawarkan dari System Monitoring :

 

Salah satu kelebihan utama sistem monitoring dibanding dengan sistem dengan sebelumnyanya adalah dalam hal informasi data yang real tentang kondisi, status, dan record kejadian serta event unit hydrant secara keseluruhan.  Sistem HMI ( dengan komputer atau touchscren ) dengan tingkat flexibilitas dan kegunaannya, mempunyai nilai lebih memonitor secara real time, transparan, dan mampu menyediakan berbagai keinginan desain dalam bentuk gambar, grafik, animasi, yang menyerupai aslinya.

 

Oleh karena itu dibanding dengan sistem sebelumnya maka sistem komputer merupakan solusi management sistem hidrant  yang akan memberikan informasi ataupun data sistem-sistem kontrol lain seperti kontrol  tekanan header, tekanan diesel pump, atau lainnya dengan hanya menggunakan transducer tekanan atau pressure switch sebagai input  komputer.  .

 

Buruknya sistem Hydrant dapat dicegah dengan membuat sistem monitoring yang diantaranya meliputi :

 

  • Pembuatan sistem alarm ke ruang kontrol yang mampu memberikan informasi tentang event / kejadian yang berlangsung secara real time pada unit mesin diesel pump, electrical pump, jockey pump serta beberapa data penting seperti tekanan header, tekanan jalur diesel pump atau tekanan jalur electrical pump serta informasi penting lainnya menyangkut performa unit-unit terkait dal hydrant system. Dimana Anda akan secara mudah mengetahui dan menentukan  apa yang sedang terjadi dan melakukan antisipasi segera jika terjadi saat engine start / stop, manual / auto switch, remote start / stop, lube oil pressure low, cooland temperature high, engine start failure, overspeed shutdown, battery failure, batter charger failure. fuel oil level low,  dan sebagainya. Ataupun kondisi overtemperatur, low temperatur, high low pressure dari sistem.
  • Pembuatan program yang akan mengatur schedule operasi unit mesin tertentu secara otomatis sehingga akan berdampak dalam memperkecil kerusakan dan mengetahui sejak dini kondisi akhir unit mesin hydrant dan informasi lain yang telah terjadi. Program akan secara otomatis menghidupkan dan mematikan mesin secara otomatis dan sangat mudah untuk setting schedule operasi sesuai keinginan tanpa petugas harian. Dapat dilakukan pada pengaturan warming up diesel pump( Start Stop Engine ), schedules ON/OFF pada mesin pompa atau lainnya.

report even alarm

  • Pembuatan  laporan sistem untuk analisa sehingga mengurangi kesalahan dan mis-informasi yang sering terjadi menyangkut data pemakaian listrik, operasi, dan informasi lain yang dilakukan secara manual. Informasi data berupa tabel, grafik yang terkait dengan biaya, performance, error system ditampilkan dalam bentuk pdf, Excell, Word untuk menunjang sistem informasi yang dibutuhkan dalam jajaran management.   
  • Menampilkan aktifitas seluruh perangkat utility  gedung terutama yang berhubungan dengan effiesiensi, kemudahan, dan kelancaran dalam layar komputer seperti temperatur ruangan, tekanan pipa gas, sistem hidrant,  fire alarm system, water treatment, pump room, sumpit,  water tank, dsb . 

Jadi apa yang Anda dapatkan dengan sistem Monitoring adalah :

  • Anda tidak perlu lagi menghidupkan dan mematikan unit peralatan diesel Anda secara manual
  • Anda tidak perlu lagi mencatat kejadian manual dari kondisi engine start / stop, manual / auto switch, remote start / stop, lube oil pressure low, cooland temperature high, engine start failure, overspeed shutdown, battery failure, batter charger failure. fuel oil level low,   Sistem kontrol dan monitoring akan melakukannya secara otomatis.
  • Anda tidak perlu mangalami  Kasus Emergency and kasus kritis dengan tenaga maintenance. Kasus akan tertampil  di layar komputer sehingga memudahkan Anda untuk menganalisa kejadian dan penyebabnya.

Apa Yang Harus Anda Lakukan Sekarang 

          Anda tidak bisa menjamin sistem hydrant anda bekerja baik tanpa melakukan pemeriksaan rutin, kontrol dan test run secara periodik. Anda juga tidak bisa melakukan periksaan sistem hydrant secara manual dan hanya mengandalkan catatan dan pemeriksaan manual. Mengharapkan sistem kontrol manual dalam hal monitoring seluruh unit  pompa, sensor-sensor tekanan, temperatur dan fire alarm atau lainnya dari unit pump room tanpa test performance hanyalah sia-sia.

Ruang pump room bukanlah tempat tepat untuk memantau kondisi sistem hydrant setiap hari. Pump room merupakan lokasi dimana unit-unit hydrant terpasang dengan beberapa kontrol serta panel wiring. Penggabungan ( integrasi ) sistem kontrol dan sistem monitoring sistem hydrant dalam bentuk indikator, fungsi operasi, dan monitoring parameter hydrant menjadi solusi pendeteksian dan pemberitahuan adanya gangguan secara real time, dan visible. Control room dan sistem monitoring dengan unit komputer adalah lebih baik jika dibanding dengan indikasi panel dalam pump room.

Sistem Kontrol dan Monitoring  terintegrasi harus anda rencanakan, didukung  dengan beberapa  modul  yang diletakkan  ditempat -temprat strategis atau berbahaya  didesain akan memonitor dan mengontrol sistem Anda tetap bekerja dengan baik.

 

Manfaat Sistem Kontrol dan Monitoring Flow Fire Hydrant


Inspeksi  Performa Diesel Pump

Ketika sistem monitoring  lemah maka akan terjadi pemborosan waktu, un-effisiensi, lack-of target, trouble of machines yang merupakan kerugian besar dalam hal biaya maintenance, operational dan investasi.  Kami merancang dan membuat  sistem untuk :

  • mendapatkan data informasi secara cepat dan akurat tentang kondisi dan performance mesin diesel pump, electrical pump serta jockey pump serta pengendalian sistem operasi secara otomatis dengan hasil performa system hydrant yang terkendali.
  • memberikan effisiensi waktu kepada team  untuk memonitoring situasi dan melakukan banyak tugas untuk perbaikan semua gejala abnormal dari kejadian mesin.
  • memberikan team  cara monitoring peralatan secara lebih efektif.

Kecepatan Informasi dan Kelengkapan Data Monitoring

Kurangnya data informasi langsung dari lapangan dan terbatasnya peralatan kontrol akan mengurangi effisiensi peralatan dan pekerjaan. Pengendalian peralatan dan proses yang real time akan membantu perencanaan dalam beberapa hal penting seperti gejala abnormal, deteksi kerusakan,  perbaikan system dan management, dan lainnya.

Hubungi kami  untuk penawaran harga perencanaan system hydrant.  Baik pipa black steel, pressure reducing Valve, alarm gong, fire extenguiser Mobile, gate vale, check valve, flexible joint, strainer dll. Silahkan kirim email le admin@alfaperkasaengineering .com atau yasunagamall@yahoo.co.id. Atau dapat menghubungi: 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

System Instalasi dan Kontrol  Pompa 

Performance pompa hydrant merupakan tingkat keandalan, kecepatan dan kemampuan sistem pompa dalam menjaga tingkat kemampuan pemadaman kebakaran dengan kinerja diesel pump, electric pump dan jockey pump yang sesuai standart pemadaman gedung atau bangunan tinggi.

Performance tersebut dicapai dengan penggunaan sistem autostarting dan sistem monitoring yang secara berkala dan sistematis mengecek kinerja dan kapasitas serta keandalam sistem baik saat testing maupun saat autostart pemadaman yang sebenarnya.  Sistem Autostarting melibatkan beberapa fungsi yang meliputi :

  • AC line dan battery circuit breaker

  • Minimum Run Timer / Off Delay Timer

  • Weekly Test Timer

  • Engine Run Time Meter

  • Digital Pressure Display

  • LCD Graphical Display 

Sistem kontrol tekanan pada sistem hydrant meliputi beberapa titik pengontrolan yaitu pada jalur header dan pada jalur pilar. Pada jalur header tekanan termonitor dengan sensor pressure switch atau pressure transducer pada saat tekanan header mulai menurun. Sedangkan kontrol tekanan pada jalur pipa dapat dilakukan dengan pemasangan check valve.

Pembuatan Sistem  Instalasi dan Kontrol  Hydrant System meliputi pekerjaan-pekerjaan antara lain :

Pemilihan dan Setting Check Valve

Valve ini di desain untuk mencegah aliran balik. Ada beberapa jenis check valve, tapi ada 2 jenis yang paling umum yaitu Swing Check dan Lift Check. Swing Check Valve biasanya dipasangkan dengan Gate Valve, sedangkan Lift Check Valve oleh beberapa pabrikan digunakan untuk menggantikan fungsi Ball Valve sebagai Ball Check Valve. Check Valve tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran, tapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) Check Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam sistem perpipaan.

Pemilihan dan Setting Pressure Reducing Valve

Pressure Reducing Valve PRV merupakan valve pengontrol tekanan outlet tanpa mengubah tekanan inlet. Secara umum tekanan inlet dan tekanan outlet dimonitor dengan menggunakan pressure gauge masing-masing. Sehingga memudahkan sistem pengontrolan. Besar kecilnya tekanan akan bekerja secara otomatis dengan terlebih dahulu melakukan setting pada peralatan Pressure Reducing Control seperti digambarkan pada photo dibawah ini.

Pressure Reducing Valve

Pemilihan dan Setting Flow Switch dan Butterfly Valve

Pengetesan Flow Switch dilakukan dengan tujuan memastikan adanya spinkler yang pecah sebagai dampak kebakaran sehingga memunculkan alarm. Penggunaaan solenoid Valve sebagai salah satu jalur by pass test drain merupakan solusi praktis untuk memastikan kondisi flow switch bekerja dengan baik.  Dengan penggunaan komputer, pengetesan dapat dilakukan dengan mudah sekaligus termonitor secara berkala saat inspeksi performance sistem fire alarm.

sprinkler

 

Pemilihan dan Setting Pressure Switch

Pressure Switch menjadi perangkat instrumentasi yang penting dalam hal pengaturan tekanan pada sistem hydrant. Pressure Switch merupakan perangkat kontak yang akan mengaktifkan sistem pompa hydrant, setelah level tekanan pressure mencapai level tertentu. Kondisi pada saat pressure switch aktif, dan panel kontaktor start delta akan menjadi indikator informasi system pressure Low dan High atau sebagai indikasi Engine running.

Pemilihan dan Seetting Pressure Tank

Instalasi pompa distribusi ini dilengkapi dengan tangki tekan.  Seluruh ukuran pembuatan, pengetesan dan pengoperasiannya harus mengikuti standar-standar pressure vessel seperti ASTM, AWWA, DIN atau yang setara dan mendapatkan sertifikat dari badan yang berwenang seperti Depnaker.

  • Satu buah tangki tekan diafragma tank dengan volume 100 liter dengan ukuran sesuai dengan gambar serta mampu bekerja pada tekanan kerja 10 bar.

  • Dilengkapi dengan perpipaan inlet-outlet, valve, check valve, drain, pressure gauge dan pressure switch yang dapat diset pada tekanan  kerja yang diinginkan pada range 0-10 bar. 

  • Tangki tekan harus dilengkapi dengan pipa ( dan check valve) masuk udara tekan untuk setting tekanan kerja, dimana tekanan pompa hidup adalah 6 bar dan tekanan  pompa mati adalah 7 bar, pada volume efektif air, yakni selisih antara switching level, sebesar 1 sampai 1,5 meter kubik.

Pemilihan Centrifugal dan Electrical Pump

Electrical pump ini merupakan pompa utama yang digunakan dalam instalasi fire hydrant maupun listrik pompa. Pompa yang digunakan untuk instalasi fifre hydrant maupun sistem sprinkler yaitu electrical pump, diesel pump dan jockey pump. Electrical pump ini menggunakan tenaga listrik untuk menjalankannya. Namun ketika electrical pump ini mati maka otomatis di bantu dengan menggunakan diesel pump.

Fungsi electrical pump adalah untuk memompa air dari tangki / water tank / reservoir menuju jaringan pipa sehingga air yang bertekan tinggi dapat dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran. Oleh karena itu spesifikasi electric pump untuk fire hydrant harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan sehingga untuk memadamkan kebakaran dapat digunakan dengan baik dan optimal.

Motor Pump Remote Management adalah cara yang mudah dan effisien untuk memantau dan mengelola pompa pada berbagai aplikasi termasuk pemadaman kebakaran. Cara ini mengurangi kebutuhan akan pengawasan di tempat dan jika ada bunyi alarm atau peringatan bahaya kebakaran, orang yang bersangkutan akan langsung mengetahuinya.

pump room

Spesifikasi electric pump untuk fire hydrant perlu diketahui oleh para operator sebelum melakukan pembelian.

  • Electric pump yang digunakan pada fire hydrant tidak boleh sembarang produk yang digunakan. Dalam penggunaanya minimal satu merek dengan mutu yang sudah terjamin.

  • Untuk type pompa yang digunakan bertipe centrifugal end suction sedangkan kapasitasnya mampu menghasilkan pasokan air mengikuti standart NFPA-20.

  • Spesifikasi electric pump untuk fire hydrant putaran pompa 2900 rpm dan memiliki daya lebih kurang 70 HP. Karakteristik listrik yang dibutuhkan fire hydrant meliputi 380 V, 3 phase, 50 Hz, Star Delta Start.

pompa centrifugal

Electrical Pump mempunyai beberapa kondisi dan fungsi kontrol meliputi engine start / stop, manual / auto switch, remote start / stop, dan fungsi monitoring berupa loss of phase, phase reversal , phase voltage, phase current.     

Hubungi kami  untuk presentasi dan demo produk  atau perbaikan kerusakan serta modifikasi dan pekerjaan baru. Silahkan menghubungi: 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854