<
      

Halaman Utama

Produk

Kontak Kami

Free Demo

Download

   
 


OUTDOOR INDOOR HVAC AUTOMATION SYSTEM
Sistem Monitoring dan Kontrol AC

Monitoring dan Kontrol HVAC

chiller kontrol bas

Unit AC untuk bangunan atau gedung adalah perangkat listrik yang menyerap energi listrik cukup besar.   Hal tersebut dikarenakan banyaknya unit  yang beroperasi  dan sistem kontrol  yang masih manual.  Penggunaan sistem BAS akan memonitor kondisi sistem ( tekanan dan temperatur ) maupun operasi dan sebagai kontrol  start, stop  secara manual  dan otomatis, mempunyai fungsi utama dalam memperbaiki performance mesin, penurunan biaya maintenance, dan kemudahan operational karena terintegrasi dalam unit komputer.

 

chiller kontrol monitoring

1. CHILLER

Adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( AHU, FCU / Fan Coil Unit). Sistem monitoring dan kontrol dilakukan karena sering terjadinya kerusakan pada mesin pendingin yang menyebabkan terganggunya pengoperasian sistem. Kerusakan bisa diakibatkan oleh beberapa permasalahan ;

  • sensor tekanan suction yang dapat menyebabkan kompresor beroperasi dengan freon yang kurang,
  • kebocoran pada sistem mesin pendingin.
  • sensor oli yang tidak berfungsi sehingga kerusakan torak , spring dan klep

Oleh sebab itu perlu dibuat sistem monitoring dalam hal status compressor, temperatur condensor, temperatur air chiller dalam kondisi real time untuk effisiensi energi.

3. COOLING TOWER

( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.

4. AHU

Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang  selanjutnya didistribusikan ke ruangan. Pembuatan sistem monitoring dan kontrol AHU bisa meliputi :

  • Status  AHU
  • Kontrol FAN ( suplai fan, return fan, dan exhaust fan.
  • Regulasi Cooler dan motor valve
  • Regulasi Pre-Heat yaitu pengaturan kerja dari air, hot oil, steam, atau pemanas listrik.
  • Regulasi Humidity
  • Damper control
  • Proteksi Filter
  • Set point

4.  FCU

sistem AC dimana proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup yang diproses oleh Evaporator ( Indoor Unit & FCU ) langsung pada ruang tersebut.
Sistem ini sering digunakan untuk ruangan dengan luas terbatas.

 

INSTALASI DAN MODIFIKASI KONTROL PANEL

Prinsip pengontrolan dengan penggunaan sistem kontrol otomatis terintegrasi dengan unit komputer akan memberikan menjaga performa kerja heating dan cooling sesuai setting yang diharapkan. Untuk itu diperlukan unit peralatan kontrol yang berfungsi sebagai sensor temperatur dan kelembaban udara.

maka sangatlah dianjurkan untuk menggunakan sistem BAS yang akan memonitor dan mengontrol chillers, boiler, hot water generator, heat exchangers, pumps

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam setting, maintenance, dan operational unit  secara transparan real time dan berbagai kemudahan pengecekan, dari berbagai kondisi dalam data informasi yang jelas dan tepat.  Termasuk diantaranya adalah :

  • Menjalankan heating valve  dan cooling valve, compressor unit secara auto dan tetap bisa mengaktifkan secara manual  ( melalui tampilan monitor )
  • Melakukan setting temperature.apabila terjadi operasi unit yang bermasalah baik temperatur, tekanan dan operasi mendadak saat sistem mengalami gangguan.
  • Memonitor temperatur ruang dan mesin serta ducting secara real time yang terintegrasi untuk mendapatkan sistem pengendalian kualitas udara dalam gedung.
  • Memonitor status aktivitas mesin terkait dalam seluruh gedung secara otomatis. Melakukan pencatatan dan pemantauan  parameter temperatur dan humidity dengan sistem komputer. 

Dengan sistem pemrograman komputer  pekerjaan telah digantikan secara otomatis. Beberapa pemrograman otomatis dilakukan untuk menurangi kesalahan yang muncul dari unit unit dalam beberapa hal tentang :

  • Pemberosan waktu, tenaga dan energi listrik saat akan mematikan ( 0FF )  dan menghidupkan ( ON ) mesin di beberapa tempat sekaligus di tempat yang berjauhan.
  • Tidak diketahuinya secara pasti  waktu ( hari, jam, menit ), atau saat  kondisi mesin akan dimatikan. kerusakan setelah sistem kontrol motor listrik tidak bekerja secara baik.
  • Jumlah downtime chiller  tinggi.
  • Tidak adanya sistem alarm
  • Tidak tersedianya data yang secara akurat, yang menggambarkan kondisi mesin, jumlah downtime, jenis kerusakan dan waktu perbaikan.

 

Aplikasi  HVAC  pada Gedung, Mall, Apartement

Building Automation Monitoring

HVAC Automation System merupakan solusi total bagi gedung bertingkat atas seluruh permasalahan kualitas udara. Dengan modul data akuisisi yang menerima input arus, tegangan  ataupun temperatur maka  sistem otomatisasi dalam fungsi-fungsi pengendalian valve, temperatur, serta humidity dapat dimonitor dan dikendalikan secara langsung dari komputer secara terintegrasi. Dengan beberapa teknis pemrograman komputer maka unit-unit modul control temperatur dan humidity serta valve positioner dapat dikonfigurasi sesuai dengan sistem yang diinginkan.

Building Automation System adalah program dan perangkat komputer yang mengatur dan memonitor seluruh mesin dan perangkat listrik seperti pompa, AC, lift, escalator, lampu dll. Pengontrolan dilakukan secara otomatis, baik berdasarkan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya AC hidup 60 menit dan mati 15 menit untuk saving energi, maupun berdasarkan kondisi, misalnya AC mati kalau suhu ruangan sudah cukup dingin. Seluruh aktifitas akan tercatat dan seluruh permasalahan akan dilaporkan ke komputer dan tercatat secara lengkap waktu, kejadian, dan kondisi pada saat berlangsung. Hampir semua perangkat yang ada dalam gedung dapat dikontrol secara otomatis dari satu komputer dan semua data aktivitas yang terjadi dalam gedung dapat dikirmkan ke komputer lain melalui jaringan Ethernet atau LAN

Keuntungan Kontrol HVAC

Unit Heating, Ventilating dan Air Conditioning system menggunakan prinsip mekanika fluida, thermodinamik dan transfer panas. Sistem kontrol  sistem HVAC ( Heating, Ventilation, and Air-Conditioning ) adalah untuk membantu dan menjaga kestabilan sistem heating dan cooling  udara dalam gedung melalui pengaturan ventilasi dengan prinsip penyaringan dan  penjagaan kontrol temperatur ruangan gedung.  Penggunaan kontrol akan sangat diperlukan antara lain dengan sistem BAS ( Building Automation System ).

PERALATAN UTAMA & FUNGSI

1. Thermostart

AHU Automation Monitoring

HVAC Control Thermostats yang ada baik Programmable dan non-programmable termostat serta jaringan digital termostat, termostat modular ruang kontrol.

Kontrol Termostat yang anda pilih untuk sistem HVAC tergantung pada jenis sistem yang Anda miliki dan yang akan mengendalikannya. Apapun kebutuhan memiliki solusi untuk termostat, berkualitas tinggi dan hemat biaya untuk sistem HVAC Anda.
Controls termostat terdiri dalam lima kategori:

    * Programmable digital thermostats
    * Non-programmable digital thermostats
    * Networked digital thermostats
    * Modular room control thermostats
    * Electric thermostats

2.  Valve
    * Ball valves
    * Motorized valves
    * Solenoid valves
    * Thermostatic expansion valves (TXV)
    * Motorized valves    * Elektronik dan kontrol pneumatik
    * Sensor


 3. Kontrol Damper

    * Balancing dampers
    * Volume control dampers
    * Zone dampers
    * Fire dampers
    * Smoke dampers
    * Round dampers

4. Diferrential Pressure Transducer

 

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM MONITORING DAN KONTROL HVAC. 

HVAC  CONTROL  melayani perencanaan untuk mengontrol aliran udara dalam sistem HVAC Anda. Tersedia dalam bentuk baik otomatis dan manual,

Chiller Monitoring

Pembuatan Building Automation System HVAC didasarkan pada kebutuhan monitoring kerja sistem mekanis dan electrical  baik sistem compressor, sistem fan dari unit AHU secara khusus. Namun juga secara umum perlu dibuatkan sistem kontrol pada unit-unit lain seperti temperatur ducting, pressure dan humidity serta temperatur ruang. Beberapa parameter yang terukur dilapangan selanjutnya dibandingkan dengan setting parameter ( temperatur dan humidity, sesungguhnya sehingga diperoleh tindakan antisipasi penyimpangan dan sistem secara otomatis akan bekerja mengembalikan kondisi sesuai yang diharapkan sehingga tujuan effisensi penggunaan listrik dan kestabilan sistem dapat dicapai.

Pembuatan sistem monitoring dapat dibagi dalam bebarapa bagian yaitu :

  • Pembuatan  Fungsi Operasi ( Start - Stop , Auto, Manual, Run Setting, dsb ).dari peralatan suplai fan,  return fan, duct temperatur sensor, chilled and hot water valves, room temperature sensor, smoke detector.
  • Pembuatan Monitoring Data Pengukuran Proses ( heating and colling temperatur setting,  setting differential pressure, alarm untuk   dsb )
  • Pembuatan Record Data setiap Kejadian dalam bentuk Database dari setiap aktivitas dan kejadian ( baik event atau alarm ) yang dilakukan atau terjadi.
  • Pembuatan proses otomatisasi kontrol gedung untuk effisiensi pekerjaan dan memudahkan pengontrolan serta monitoring seluruh kegiatan dan proses kerja kontrol valve, kontrol temperatur humidity, pressure trasmitter,
  • Pelaporan kejadian secara real time ( pada saat itu juga ) terhadap kerusakan, ketidaknormalan sistem dan proses kerja sistem.

 Sistem pengaturan temperatur udara gedung dengan sistem yang kompleks mempunyai beberapa tujuan berikut :

  • Temperatur yang nyaman
  • Kemudahan  Managemen dan  sentralisasi  Management
  • Kualitas udara ruangan yang bagus
  • Pengontrolan Kelembaban / humidity
  • Perawatan gedung yang berkualitas
  • Responsive building management
  • Pengontrolan noise yang efective.
  • Memperkecil Human Error

 

Hubungi kami  untuk demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

 

TUJUAN UTAMA KONTROL MONITORING  CHILLER

HVAC  adalah sebuah singkatan yang kepanjangannya dalam bahasa inggris adalah "heating, ventilation, dan air-conditioning" (Bahasa Indonesia: pemanasan, ventilasi, dan ac. )

Ketiga fungsi ini saling berhubungan, karena mereka menentukan suhu dan kelembaban udara dalam sebuah gedung dan juga menyediakan kontrol asap, menjaga tekanan antar ruang, dan menyediakan udara segar bagi penempat. Dalam rancangan gedung modern, rancangan, instalasi dan sistem kontrol dari fungsi ini dijadikan menjadi sistem tunggal "HVAC".

 

Secara khusus fungsi  HVAC- Bauilding Automation System adalah meliputi beberapa aktivitas seperti :

  • Akuisisi Data / Informasi  : yaitu proses penerimaan / pengumpulan data dari berbagai peralatan dilapangan, data / informasi dapat berupa status indikasi seperti Status Heating and Cooling Valve, Status ON/OFF Compressor, Fan Coller Status,  Circuit Breaker ( CB ) atau Disconnecting Switch ( DS ) dan besar pengukuran seperti tegangan, arus, temperatur, tekanan, flow, dari pengukuran di lapangan.  
  • Pemrosesan Data & Informasi    :  yaitu  proses perhitungan , analisa data / informasi yang didapat dari hasil pengumpulan data temperatur, tekanan ataupun data terkait ke panel meter genset dan lain-lainnya.
  • Supervisory Control  :  yaitu fungsi pengendalian dan monitoring sistem Cooling dan Heating, Pemilihan unit aktif dan non-aktif ataupun dalam rangka untuk  pemeliharaan, atau monitoring.
  • Fungsi Tagging  yaitu  fungsi peletakan informasi (penandaan) pada peralatan tertentu, misalnya circuit breaker, contactor, circuit breaker, push button yang tidak boleh dioperasikan karena adanya pekerjaan pemeliharaan.
  • Pemrosesan Alarm / Event  yaitu pemberian informasi pada operator, jika ada kejadian atau perubahan pada sistem instalasi.

 

 

Apakah  Effisiensi Energi Listrik menjadi masalah pada sistem Chiller Anda ?

 

Jika beberapa kondisi berikut terjadi pada pengoperasian unit chiller anda yaitu :

  • Pemberosan waktu, tenaga dan energi listrik saat akan mematikan ( 0FF )  dan menghidupkan ( ON ) mesin di beberapa tempat sekaligus di tempat yang berjauhan.
  • Tidak diketahuinya secara pasti  waktu ( hari, jam, menit ), atau saat  kondisi mesin akan dimatikan. kerusakan setelah sistem kontrol motor listrik tidak bekerja secara baik.
  • Jumlah downtime chiller  tinggi.
  • Tidak adanya sistem alarm
  • Tidak tersedianya data yang secara akurat, yang menggambarkan kondisi mesin, jumlah downtime, jenis kerusakan dan waktu perbaikan.

Apakah Kontrol Sistem dan Monitoring menjadi masalah pada sistem Anda dan berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, serta pemborosan energi listrik ?

instalasi chiller

Di industri kimia, petrokimia dan untuk semua operasi peralatan yang mengandung resiko bahaya tinggi, pihak manajemen perlu membuat perangkat keamanan untuk operator dan menjaga peralatan dari kerusakan fatal. Dengan menggunakan solusi CCTV dan sistem monitoring berbasis SCADA dari control room, maka semua aktivitas dan ketidaknormalan sistem  yang berhubungan dengan rekaman video kejadian, temperatur, level, tekanan, dan operasi valve akan terlihat di layar komputer.  Tidak hanya itu saja, penggunaan CCTV dan sistem monotoring  yang terintegrasi akan dapat membantu analisa kerusakan, ketidaknormalan, dan gangguan atau menurunnya performa kerja mesin industri.  

Apakah  Effisiensi Energi Listrik menjadi masalah pada sistem Chiller Anda ?

Inverter Energy

Aplikasi  Sistem Monitoring Chiller  dalam meningkatkan effisiensi energi
 
  • Anda tidak perlu lagi menghidupkan dan mematikan unit peralatan gedung Anda secara manual
  • Anda tidak perlu lagi memantau temperatur, tekanan dan parameter unit chiller secara manual. Namun secara lengkap telah tersedia dalam sistem komputer yang otomatis memonitor sistem secara real time.
  • Anda akan mempunyai data pembanding yang akurat dengan data manual dalam rangka proses recording dan tracing / pelacakan kejanggalan, gangguan ataupun maintenance ataupun troubleshooting selama terjadi pra-gangguan chiller atau kerusakan sekalipun.

 

Apa Yang Harus Anda Lakukan Sekarang 

upgrade chiller

Terkadang Anda tidak bisa mengharapkan sistem kontrol Chiller bekerja secara optimal dikarenakan hilangnya beberapa fungsi kontrol dan monitor yang ada.  Sistem Kontrol dan Monitoring  terintegrasi yang didukung  dengan menggunakan sistem berbasis komputer bisa menjadi andalan dikarenakan beberapa hal berikut :

1. Sistem kendali ada di dekat anda dalam ruang kontrol anda dengan tampilan dan fungsi yang lebih lengkap.

2. Perangkat pengganti lebih mudah yaitu dengan perangkat komputer dibandingkan dengan perangkat board electronic seperti sistem lama yang kadang sudah tidak diproduksi lagi.

3. Terjadinya peningkatan effisiensi kerja dan nilai unit dikarenakan naiknya tingkat kontrol dan monitoring yang real time.

Saatnya Modifikasi / Upgrade sistem Chiller ANDA

 1. Secara otomatis akan mengatur jumlah dan posisi unit chiller yang harus diaktifkan dan berapa unit compressore yang diaktifkan.

2. Secara manual ataupun otomatis sistem dapat diperintahkan untuk menghidupkan dan mematikan unit chiller dan jumlah compressor yang akan diaktifkan.

3. Secara manual ataupun otomatis sistem menentukan pompa yang harus diaktifkan dan mengurangi gangguan peralatan lebih dini.

4. Monitoring sistem menjadi lebih cepat dan real time sesuai dengan kapasitas yang dikehendaki guna mencapai effisiensi, tingkat pengendalian dan operasional yang lebih baik, atau troubleshooting serta maintenance yang transparan dan ter-record. 

 

Persiapan Yang  Kami  Kerjakan :
  • Presentasi produk dan demo simulasi
  • Pendataan dan survei unit  
  • Pembuatan panel kontrol dan wiring cable.
  • Penarikan kabel kontrol dan kabel power.
  • Pemrograman dan pembuatan HMI - SCADA
  • Test  dan komisioning

Hubungi kami  untuk demo produk : 0276-324189 atau  087805401860 atau  081218127854

 

 Proyek Lain yang terkait :

  • Kontrol Monitoring Boiler
  • Kontrol Monitoring Level Tangki
  • Kontrol Monitoring Mesin Produksi